* Apa dan Bagaimana Serviks Dalam Persalinan

Dalam persalinan, serviks memegang peranan yang sangat penting. Karena itu penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang terjadi pada serviks saat proses persalinan .

APA? DIMANA?

Kebanyakan wanita tidak tahu apa itu serviks atau leher rahim di mana itu, fungsinya atau bahkan bagaimana bentuknya. Nah, inilah dia : ………

Dan jika di lihat dari depan, akan terlihat seperti ini:

Dalam proses persalinan serviks ini harus memendek, menipisa kemudian membuka. Dan kemajuan persalinan akan dilihat dari seberapa lebar pembukaan yang telah terjadi. Nah dari beberapa kasus yang saya amiati akhirnya saya menemukan sebuah pandangan baru tentang serviks dan perannya dalam proses persalinan.

# Pembukaan 1: 10 cm ADALAH NOMOR MAGIC/ NOMOR KHAYALAN

Ketika saya kuliah, semua buku kebidanan mengatakan bahwa dalam persalinan serviks akan membuka mulai dari 1 cm hingga 10 cm. namun seringkali di lapangan saya menemukan bahwa, pemeriksaan terhadap seberapa lebar serviks seorang klien sudah membuka itu sangatlah bervariasi penilaiannya. Dan ini tergantung dari si pemeriksa. Maksud saya begini, untuk memeriksa pembukaan, seorang dokter haruslah melakukan pemeriksaan dalam dengan menggunakan telunjuk dan jari tengah mereka. Telunjuk dan jari tengah ini berfungsi sebagai “mata” mereka. Nah ketika menilai sebuah pembukaan, seringkali Antara bidan dan dokter akan berbeda hasilnya, dugaan saya adalah karena besar jari mereka juga berbeda-beda, daya imajinasi mereka juga berbeda sehingga hasilnya pun kadang bervariasi. Karena tidaklah mungkin kita meletakkan penggaris untuk mengukur seberapa lebar pembukaan serviks, maka penilaiannya pun tergantung si pemeriksa. Karena sebenarnya pembukaan 1 hingga 10 ini adalah “bidang khayal” yang memudahkan kami sebagai bidan atau dokter untuk menilai pembukaan.

Sebenarnya seberapa lebar serviks membuka pada saat proses persalinan sangatlah bervariasi antara wanita satu dengan wanita yang lain, karena bisa Anda bayangkan sendiri, pada bayi besar dengan lingkar kepala yang besar tentunya pembukaan serviksnya pasti akan lebih lebar, dan mungkin kalau saja bisa diukur dengan penggaris bisa saja lebih dari 10 cm, sedangkan bayi yang lahir dengan berat badan lebih kecil dan lingkar kepala yang lebih kecil tentunya 10 cm yang dimaksudkan lebih kecil dari pada 10 cm si bayi besar tadi.

Jadi sebenarnya ukuran 1 s.d 10 cm hanyalah sebuah ukuran yang memudahkan bidan dan dokter untuk menilai kemajuan persalinan. 1 s.d 10 cm bukanlah ukuran yang mutlak seperti ukuran penggaris.

# 2: Pembukaan LEHER RAHIM TIDAK MEMBENTUK LINGKARAN yang RAPI

Dahulu ketika masih dalam bangku perkuliahan, gambaran pembukaan serviks/leher rahim adalah membentuk lingkaran yang bulat dan rapi. Bahkan saat berlatih menggunakan chart kami pun melatih jari kami dengan membuat lingkaran-lingkaran di kartu dengan lobang berbagai ukuran sesuai dengan seberapa lebar pembukaan serviks.

Padahal ternyata kejadian di lapangan yang sebenarnya adalah, leher rahim Anda tidak membuka dalam lingkaran, yang bagus rapi seperti gambaran semua model dilatasi serviks selama ini. Karena pembukaan serviks sebenarnya terbuka dengan pola elips, seperti yang digambarkan di sini:

Serviks membuka dari belakang ke depan seperti elips. Pembukaan dalam persalinan dimulai dari bagian belakang vagina dan melebar ke depan. Di beberapa titik di persalinan hampir setiap perempuan akan memiliki “bibir anterior”(artinya bagian atas leher rahim tidak membuka sempurna/tidak komplet) karena ini adalah bagian terakhir dari leher rahim yang ditarik di atas kepala bayi. Mengapa di sebut bibir anterior? Ya karena jika diraba bentuknya seperti bibir dan berada di sisi anterior. Apakah bibir ini terdeteksi? tergantung pada apakah/ saat dilakukan pemeriksaan vagina.kalau ada bibir anterior, berarti ada juga bibir posterior. Namun sayangnya bibir posterior hampir tidak pernah ada karena ini adalah bagian dari leher rahim yang menipis dan menghilang pertama kali saat terjadi pembukaan. Atau lebih tepatnya menjadi sulit untuk dijangkau dengan jari .

# 3: Jangan TERLALU SERING Melakukan Pemeriksaan DALAM (Vaginal Thoucher)

Pembukaan Leher rahim sebenarnya tidak dirancang untuk disentuh, ada respon peradangan dari bahan asing (sarung tangan) serta tekanan, dan respon hormonal. Ini mungkin membingungkan bagi tubuh yang ketika sedang mencoba untuk mengosongkan rahim ada campur tangan dari leher rahim yang disentuh dan dimanipulasi dengan cara yang tidak seharusnya. Terlalu sering melakukan pemeriksaan dalam justru akan mengganggu prose salami dan fisiologis persalinan itu sendiri.

Lalu bagaimana bidan dan dokter bisa menilai seberapa lebar pembukaan sudah terjadi?

Nah beberapa literature menyatakan bahwa pemeriksaan vagina sebaiknya dilakukan dengan rentang jarak yang panjang antara pemeriksaan pertama dan selanjutnya (> 4 Jam). Ini dimaksudkan supaya bidan tetap bisa menilai kemajuan persalinan namun tidak mengganggu proses fisiologis persalinan itu sendiri.

Berikut juga tentang Mengejan! JANGAN di atur, kapan harus mengejan atau tidak!

(di praktek kebidanan, seringkali ibu bersalin di atur kapan mengejan atau tidak dengan memberikan aba-aba, persis seperti tukang parker heheheh)

Padahal sebenarnya Tubuh anda tahu bagaimana cara untuk mengeluarkan bayi tanpa di bantu dengan Aba-Aba, tubuh Anda tahu dan punya cara sendiri kapan dia akan mengejan dan kapan tidak mengejan karena itu adalah reflex. Dan tubuh Anda sudah DIRANCANG untuk melakukanya dengan sempurna

Sehingga sebenarnya tugas seorang bidan dan dokter hanya memotivasi dan memberikan arahan cara mengejan yang efektif, tanpa harus mengintervensi kapan harus mengejan dan kapan tidak, apalagi dengan aba-aba 1;5 yaitu “ Ayo tarik nafas bu…satu…dua…tiga…empat..lima …yak mengejan!” begitu seterusnya.

# 4: LEHER RAHIM ANDA ADALAH BERBEDA DAN “TERASING” DARI SEMUA BAGIAN TUBUH LAINNYA

Ina Mei Gaskin, telah menciptakan istilah yang disebut “Hukum sphincter”. Hukum sphincter menyatakan:

sphincters Anda (termasuk ekskretoris Anda, serviks dan vagina) bertanggung jawab untuk melepaskan bayi Anda ke dunia ini. Jika sphincters Anda ketat, maka Anda tidak mendapat kemajuan, dan Anda mungkin akan mengalami sakit lagi.

Jadi apa sebenarnya “Hukum sphincter” Ala Ina May ?

1. Ekskretoris, leher rahim (serviks), dan sphincters vagina akan berfungsi dengan terbaik dalam suasana keakraban dan privasi. Sebagai contoh, ketika kita ke kamar mandi dengan pintu pengunci atau kamar tidur di mana idak mungkin ada gangguan.

2. Sphincters ini tidak akan dapat dibuka dan tidak merespon dengan perintah seperti “Ayo mendorong, mengejan atau bersantai!”

3. Ketika sphincter seseorang sedang dalam proses pembukaan, tiba-tiba dia akan menutup diri atau berhenti proses pembukaannya jika orang tersebut menjadi marah, takut, dipermalukan, atau cemas. Mengapa? Tingginya kadar adrenalin dalam aliran darah tidak mendukung (kadang-kadang, Adrenalin ini benar-benar mencegah) terjadinya pembukaan sphincters. Faktor inhibisi ini adalah salah satu alasan penting mengapa seorang ibu melahirkan harus tenang, rileks dan merasa nyaman.

4. Keadaan relaksasi dari mulut dan rahang secara langsung berhubungan dengan kemampuan leher rahim, vagina, dan anus terbuka dengan kapasitas penuh. Jadi dalam persalinan ketika Anda tersenyum bahkan tertawa dengan rileks maka leher rahim, vagina, dan anus Anda akan rileks dan terbuka juga. Rumusnya adalah:

Buka Mulut = Serviks Terbuka

Buka Tenggorokan = Vagina Terbuka

Memang kelihatannya ini lelucon, namun ini adalah benar. Karena hampir mustahil untuk melahirkan secara efektif dengan bibir rapat mengerucut dan menutup tenggorokan. Silakan, coba sekarang, Ketika rahang Anda bersantai, mulut dan tenggorokan Anda terbuka, Anda secara otomatis akan santai dan “tenggelam” ke kursi Anda. Ina Mei berbicara tentang manfaat mencium, dan menjaga bibir dan mulut tetap terbuka. Ciuman juga melepaskan oksitosin dan hormon-hormon cinta lain yang meningkatkan toleransi Anda terhadap rasa sakit dalam persalinan.

By putrynurul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s